SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyebut sebanyak 45 Kartu Keluarga (KK) terdampak banjir di Perum Dahlia Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang. Pihaknya menyampaikan, mereka kembali ke rumah beberapa jam setelah terpaksa mengungsi karena rumahnya kebanjiran yang terjadi pada Rabu (11/12) malam.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto mengungkapkan, banjir mulai surut pada Kamis (12/12) pukul 01.30 WIB. Berdasarkan laporan di lapangan, luapan air dari tanggul sungai yang jebol tersebut merendam pemukiman warga di wilayah RT 08 RW 09 dengan ketinggian hingga 80 sentimeter.
“Alhamdulillah sudah surut, pukul 01.30 WIB sudah surut,”ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, Kamis (12/12/2024).
Hingga saat ini, pihaknya tengah melakukan proses pembersihan lumpur di wilayah bekas banjir di Perum Dahlia Meteseh, Tembalang tersebut. Meski sudah surut, petugas BPBD Kota Semarang masih disiagakan di lokasi tersebut untuk mengantisipasi banjir susulan.
“Sedang proses masih kita stanby mesin pompa untuk antisipasi kalau hujan lagi,”jelasnya.
Selain itu, pihaknya mensiagakan dapur umum kembali lantaran masih banyak warga setempat yang belum bisa beraktifitas normal seperti sediakala. Diharapkan, hal ini bisa membantu mereka agar tidak kelaparan selama rumahnya masih terdampak banjir.
Sebagai informasi, banjir setinggi 80 sentimeter sempat merendam perumahan tersebut. Banjir yang datang secara tiba-tiba itu disinyalir berasal dari Tanggul Sungai Tunggu jebol. “Hal itu membuat warga setempat terpaksa mengungsi di tempat ibadah,”imbuhnya.(int/sam)










