Curah Hujan Tinggi, Talud Penghubung Undip-Unnes Amblas

SUASANA: Sejumlah petugas BPBD Kota Semarang menutup talud di dekat Jembatan Manulife yang amblas menggunakan terpal. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pada Senin (20/1/2025) sekitar pukul 19.00, talud yang berada didekat Jembatan Manulife penghubung Undip-Unnes Jalan Kyai Nurhadin RT 3 RW 7 Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati amblas. Hal itu diakibatkan adanya curah hujan tinggi. Sehingga akses keluar-masuk jembatan tersebut ditutup untuk sementara waktu.

Kedalaman talud yang amblas mencapai 5 meter. Sedangkan luas jalan yang diberi terpal sekitar 4 meter dari area keluar-masuk jembatan.

Ketua RT 03 Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati, Bambang Edi Sutrisno menceritakan kronologi amblasnya talud di dekat jembatan tersebut. Awalnya, hujan mulai mengguyur wilayah tersebut pada pukul 16.00. Tak kunjung reda, ia mulai mendapatkan laporan dari warga bahwasanya talud telah amblas pada pukul 19.00.

“Sehingga saya cek di lokasi dan Jembatan Manulife kami tutup jalannya jam 9 malam. Kondisi waktu itu memang airnya cukup deras, dan jembatan itu tidak goyang,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Selasa (21/1/25).

Lebih lanjut, ia menerangkan, Jembatan Manulife ini merupakan jalur utama dari Kecamatan Banyumanik ke Kecamatan Gunungpati. Hampir 80 persen jalan ini kerap kali dilewati oleh pengendara untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti contohnya ketika berangkat-pulang dari kerja, kuliah, sekolah, dan aktivitas lainnya.

Bambang berharap agar talud tersebut segera diperbaiki oleh dinas terkait. Sehingga masyarakat yang biasanya melintas di area tersebut bisa beraktivitas seperti biasanya.

“Soalnya ini jalur utama, keramaian orang-orang yang lewat jalan ini 24 jam, apalagi mahasiswa,” harapnya.

Sementara itu, Ketua RT 2 RW 10 Kelurahan Srondol Kulon, Satiman mengimbau kepada pengendara untuk bisa mengakses jalan alternatif lainnya melalui dua rute. Di antaranya, Jalan Karangrejo Kelurahan Jatingaleh, dan Jalan Pramuka, Kelurahan Pudak Payung, dan Kecamatan Banyumanik.

“Dengan terputusnya jembatan ini sangat menganggu, sebagian warga kami dan kampung sebelah setiap hari mengakses Jembatan Manulife ini,” keluhnya.

Terpisah, Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto menjelaskan upaya pengamanan yang dilakukan. Pihaknya menutup talud dengan terpal di titik longsor. Kemudian, jembatan ditutup sementara untuk semua kendaraan bermotor yang melintas di area tersebut.

“Hal ini mengingat adanya pertumbuhan bibit siklon tropis yang berdampak pada hujan intensitas sedang-lebat selama 2-3 hari ini atau hujan susulan,” katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut, kata Endro, hal ini menjadi atensi serius untuk Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang untuk segera melakukan penanganan secara permanen.

“Harapannya seperti ada penguatan yang lebih baik. Karena kita berbicaranya untuk antisipasi agar hal itu tidak terulang kembali,” pungkasnya. (int/adf)