Sambut Imlek, Pengunjung Wanita Diminta Berkebaya saat Berwisata di Pecinan

AKTIVITAS: Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu saat mengikuti acara Tuk Panjang dalam rangkaian Hari Imlek di Warung Semawis Jalan Gang Warung No. 50, Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, setahun yang lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) meminta kepada pengunjung wanita untuk berkebaya saat berwisata di Pasar Imlek Semawis. Aturan ini diberlakukan guna menyambut tahun baru Imlek 2025 atau 2576 Kongzili yang segera digelar selama tiga hari, mulai Sabtu (25/1/2023) hingga Senin (27/1/2023) mendatang.

Sementara untuk pengunjung pria dianjurkan mengenakan surjan atau kain sarung batik. Ia menjelaskan, kebaya merupakan simbol kearifan lokal perempuan Tionghoa sekaligus simbol keindonesiaan.

“Monggo dipakai supaya nanti terlihat ribuan orang, puluhan ribu orang yang berkunjung ke Pasar Imlek Semawis terlihat berbondong memakai kebaya dari berbagai daerah, berbagai budaya, bermacam etnis. Karena kebaya maupun sarung batik merupakan simbol wujud keberagaman di Tanah Air,” ucap Ketua Kopi Semawis, Harjanto Halim melalui keterangan tertulis yang diterima Joglo Jateng, Jumat (24/1/25).

Dalam rangkaian acara Pasar Imlek Semawis nanti, kata Halim, pihaknya akan menghadirkan berbagai macam atraksi budaya, kuliner khas hingga pernak-pernik khas Imlek di sepanjang Jalan Wot Gandul.

“Pengunjung bisa menikmati atraksi budaya, jamuan ‘Tuk Panjang’ hingga pembagian Kantong Imlek Hoki,” jelasnya.

Adapun salah satu daya tarik utama dalam perayaan ini, di antaranya Kantong Imlek Hoki yang berisikan abu hio yang dikumpulkan dari sembilan kelenteng di Semarang, seperti Kelenteng Pecinan, Bugangan, Tanah Mas hingga Welahan.

“Abunya telah didoakan di Kelenteng Tay Kak Sie agar membawa berkah dan hoki bagi penerimanya. Selain itu, kantong ini juga berisi koin hoki dan ciamsi dari sembilan kelenteng,” ungkapnya.

Dirinya berharap, apa yang ada di dalam Kantong Imlek Hoki ini, bisa menjadi simbol harapan dan keberuntungan bagi masyarakat di tahun baru. Kemudian, ia menjelaskan, acara ini juga menjadi momen peresmian Pasar Gang Baru sebagai destinasi wisata baru di kawasan Pecinan Semarang. Peresmian tersebut nantinya dijadwalkan akan dilakukan oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

“Pasar Imlek Semawis telah menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya memperkuat identitas budaya Tionghoa di Kota Semarang. Tetapi juga mendorong peningkatan kunjungan wisata,” katanya.

Dengan suasana yang meriah, lanjut Halim, acara ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kekayaan budaya. Di samping itu, mempererat hubungan antara sesama, serta menyambut tahun baru dengan penuh sukacita.

“Bagi masyarakat yang ingin menghadiri Pasar Imlek Semawis 2025, acara ini terbuka untuk umum tanpa tiket masuk alias gratis,” pungkasnya. (int/adf)