Tanamkan Karakter Islami untuk Wujudkan Siswa Mandiri

PRAKTIK: Peserta didik SD Muhammadi-yah 1 Kudus kelas atas mempraktikkan life skill yang diajarkan oleh guru kelas masing-masing. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dalam upaya mendidik generasi yang islami, kreatif, dan mandiri, SD Muhammadiyah 1 Kudus kembali menggalakkan program life skill untuk siswa kelas 4-6. Selain itu ada juga penanaman karakter islami untuk siswa kelas 1-3.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Kudus, Indira Noor Hasanah menyebutkan, program ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan perubahan zaman. Agar sesuai dengan visi dan misinya.

“Bagi siswa kelas 1 hingga 3, kami fokus pada pembentukan karakter islami yang menjadi fondasi kehidupan mereka. Setiap hari Senin sampai Kamis, setelah melaksanakan sholat dzuhur bersama, siswa diberikan pembelajaran yang menekankan nilai-nilai islami,” ujarnya, belum lama ini.

Pihaknya menambahkan, karakter islami itu sangat lengkap. Di dalamnya sudah mencakup cinta kebersihan, kasih sayang terhadap orang tua, kebiasaan berdoa, rajin beribadah, dan nilai-nilai positif lainnya. Dengan pendekatan ini, sekolah berharap anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki akhlak mulia dan mampu mengaplikasikan nilai-nilai islami dalam kehidupan sehari-hari.

“Sementara itu, untuk siswa kelas 4 hingga 6, kami memprioritaskan pengembangan keterampilan diri atau life skill. Dengan materi mencakup berbagai kegiatan praktis, seperti cara mandi yang bersih, mencuci rambut, berpakaian rapi, mencuci pakaian, menanak nasi secara tradisional, hingga menyetrika,” ungkapnya.

Harapannya, ketika lulus dan melanjutkan pendidikan di luar kota atau mondok, mereka sudah memiliki keterampilan dasar untuk merawat diri sendiri. Anak-anak jadi tidak terlalu bergantung pada orang tua serta mampu hidup mandiri.

“Kegiatan ini bukan hanya memberikan bekal keterampilan, tetapi juga menanamkan rasa percaya diri kepada siswa bahwa mereka mampu melakukan sesuatu secara mandiri,” ucap Indira.

Dengan kegiatan yang terjadwal ini, siswa diharapkan tidak hanya belajar ilmu akademik. Tetapi juga memiliki bekal keterampilan dan karakter yang akan menjadi modal penting bagi kehidupan mereka di masa depan.

“Program ini juga menjadi wujud nyata dari upaya sekolah untuk mencetak lulusan yang islami, kreatif, dan mandiri, sesuai dengan misi yang diembannya,” pungkasnya. (cr9/fat)