PEMALANG, Joglo Jateng – Dilansir dari data BPBD Kabupaten Pemalang, tercatat wilayah kota terutama di Kecamatan Pemalang jadi wilayah kedua menjadi yang paling rawan terjadi bencana selama Januari lalu. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar perkotaan diimbau agar tetap waspada.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pemalang Andri Adi menuturkan, dari total 50 kejadian bencana selama Januari, Kecamatan Pemalang menempati urutan kedua dengan wilayah terbanyak terjadi bencana. Angkanya sama seperti Kecamatan Ulujami, yang rawan terjadi bencana banjir rob dan Kecamatan Moga kerap tanah longsor.
Ia menjelaskan, Kecamatan Pemalang yang merupakan wilayah pusat pemerintahan ini sering terjadi bencana angin kencang, sehingga mengakibatkan pohon tumbang. Maka BPBD mengimbau masyarakat agar memperhatikan lingkungan sekitar, terutama apabila ada pohon besar dan terlihat rawan bisa segera dirapihkan sebagai antisipasi penanggulangan.
“Walaupun angkatnya tidak sampai puluhan tapi jadi nomor dua terbanyak, totalnya ada 7 kejadian dan 4 di antaranya angin kencang, sisanya hujan berangin dan orang tenggelam. Mohon masyarakat wilayah kota harus antisipasi dan siaga bencana,” ucapnya.
Selain rawan bencana angin, wilayah kota juga sering terjadi banjir total ada 13 desa dan kelurahan rawan banjir dari 28 desa/kelurahan di Kecamatan Pemalang. Seperti banjir bandang kiriman dari wilayah selatan menggenang hampir tiga hari di Dusun Karangan, Kelurahan Kebondalem, pada Januari. Karena terjadi tahunan, warga memilih tetap tinggal di rumah mereka karena merasa belum mengganggu aktivitas.
“Benar, kemarin terjadi banjir, tapi warga tetap bertahan dan belum ada laporan ke kami (BPBD). Kemungkinan karena tidak terganggu aktivitasnya dan sudah terbiasa, tetapi dipastikan ketika ada laporan kami langsung meluncur ke lokasi,” tuturnya.(fan/sam)










