Meriah! Ratusan Anak Ramaikan Carnaval Mapag Poso di Pemalang

NYENTRIK: Para peserta arak-arakan Carnaval Mapag Poso dari Sanggar Kaloka mengenakan pakaian tari dan adat di Pendopo Kabupaten Pemalang, Kamis (27/2). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Bertajuk Carnaval Mapag Poso (Camp), ratusan anak-anak dari Sanggar Seni Kaloka Kabupaten Pemalang berjalan 2,7 kilometer dari Taman Patih sampun hingga Pendopo Pemalang, dalam rangka menyambut Puasa yang tinggal menghitung hari. Kegiatan ini sebagai rasa syukur dan pelestarian budaya asli Pemalang agar tidak punah digerus zaman.

Ketua Sanggar Kaloka Bayu mengatakan, Sanggar Kaloka yang digadang-gadang sebagai sanggar seni pertama di Pemalang itu mengatakan, kegiatan ini akan diagendakan setiap tahunnya ketika menyambut Ramadhan atau puasa. Di mana menggelar semua seragam tari milik sanggar untuk dikenakan para muridnya dan berkeliling kota sebagai rasa syukur dapat bertemu dengan bulan penuh berkah.

Terdiri dari 150 anak-anak, remaja dan para orang dewasa sebagai pendamping di masing-masing kontingen tari, dirinya berjalan kurang lebih 2,7 kilometer. “Alhamdulillah, kita bisa laksanakan Camp atau Mapag Poso jelang puasa. Ini baru pertama kita lakukan dan ke depan diagendakan bisa berlangsung setiap tahunnya,” terangnya.

Iring-iring yang mengenakan pakaian adat dan seni tari ini sontak langsung menjadi perhatian masyarakat Pemalang, terutama pengguna jalan yang melintas. Di mana di 2025 ini, Pemkab tidak mengadakan carnaval Hari Jadi, sehingga masyarakat sangat antusias melihat tontonan yang seharusnya ada ketika HUT Pemalang kemarin.

“Bukan bermaksud menggantikan acara yang sudah ada, tapi karena memang peralihan jabatan jadi Pemkab putuskan tidak diadakan. Lalu mumpung momentumnya pas, jadi kami inisiatif mengadakan iring-iringan festival busana dan ternyata masyarakat antusias, bahkan beberapa pedagang UMKM juga ikut meramaikan,” pungkasnya.(fan/sam)