Banjir Semarang 4 Hari Tak Surut, Warga Gebangsari Terjebak Genangan

AKTIVITAS: Wali Kota Semarang Agustina (tengah) meninjau daerah terdampak banjir di RT 2 RW 3 Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk, Senin (10/3/25). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

Sementara itu, salah satu warga lainnya RT 2 RW 3 Kelurahan Gebangsari, Dwi Pur (60) bersyukur genangan air banjir belum memasuki kediaman rumahnya. Meski begitu, ada beberapa rumah tetangga lainnya yang sudah tergenang air.

“Kalau mau keluar susah, buat aktivitas keluar dari Tlogosari banjir, mau ke Muktiharjo juga banjir. Mau belanja juga sulit,” katanya.

Dirinya berpesan agar pemerintah selalu menghidupkan rumah pompa air. Selain itu, ia juga meminta agar semua saluran air yang rusak bisa dibenahi sesegera mungkin.

Terpisah, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan saat dirinya melakukan tinjauan ke Rumah Pompa Tenggang, ditemukan adanya mesin pompa yang rusak karena tersumbat ban karet hingga konslet.

“Karena debit air yang masuk itu terlalu besar. Apalagi udah gitu pompanya rusak. Yang unik, rusak yang dua terakhir itu karena mampet. Ada ban karet yang nyantol sehingga konslet,” ujarnya.

Dia menyebut, dari enam pompa yang seharusnya berjalan, saat ini tinggal dua pompa yang masih berjalan. Maka dari itu, pihaknya meminta kepada pihak BBWS untuk selalu mengerahkan pompa portable.

“Walaupun ini bukan menjadi penyebab utama, tetapi kita harus sama-sama merawatlah ya. Kapasitas sudah tidak begitu terpenuhi dari curah hujan yang demikian tinggi, pompanya rusak, rusaknya karena kemasukan sampah,” tambahnya.