Harga Cabai Rawit Setan dan Bawang Merah Melambung Tinggi

SUASANA: Salah satu pedagang, Tina (36) saat menjajakan dagangan di lapaknya Pasar Bandarjo Ungaran Jalan Gatot Subroto No.138, Banaran Barat, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Rabu (12/3/25). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

Ia menyampaikan, banyak dari pembeli yang sering komplain karena banyaknya bapok yang semakin mahal. Biasanya, dirinya mengatakan ke mereka, bahwa sembako tersebut bukanlah kenaikan, melainkan hanya mengganti harga.

“Pastinya nanti menjelang Hari Raya Idulfitri ada kenaikan harga, ya harapannya harganya dibikin standar aja biar terjangkau gitu toh kan jadinya yang rakyat. Kalau terlalu tinggi kasihan juga yang rakyat-rakyat kecil,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang sembako lainnya, Munawaroh (60) mengeluhkan hal yang sama, banyaknya bapok yang mengalami kenaikan harga makin sedikit pembeli yang membeli dengan jumlah yang besar.

Sama seperti Tina, dirinya juga menjual cabai rawit setan Rp100 ribu perkilo. Padahal sebelum puasa, harga masih standar, yaitu Rp60 ribu perkilo.

“Kebanyakan sekarang orang beli Rp5 ribuan, saking larange (mahalnya, Red.),” imbuhnya.

Sedangkan, bawang merah juga mengalami kenaikan, yang dulunya Rp40 ribu sekarang menjadi Rp50 ribu sampai Rp60 ribu perkilonya.

Hingga kemarin, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang, Heru Subroto belum memberikan keterangan maupun dihubungi oleh Joglo Jateng terkait dengan kenaikan harga bapok cabai rawit setan, bawang merah, dan sayur mayur di pasar tradisional. (int/adf)