Lebih lanjut, ia menerangkan, ketika itu Pemkab Semarang belum memiliki rumah sakit umum daerah. Maka dari itu, pada tanggal 10 April ada imbauan agar pengelolaannya diserahkan ke Pemkab Semarang.
“Sepekan kemudian pihak Susteran setuju melepaskan pengelolaannya. Jadi itulah titik kita untuk menentukan tanggal lahir RSUD Ambarawa,” ungkapnya
Hasti berharap, dengan penentuan hari lahir RSGM ini, akan makin menambah semangat para karyawan, paramedis dan tenaga medis dalam meningkatkan pelayanan mencapai kategori RS strata Madya pada tahun 2027.
Sementara itu, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Tri Subekso menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilakukan kajian dokumen sejarah, serta wawancara dengan suster OSF Ambarawa. Sehingga dari hasil penelitian itu disepakati bersama bahwa pada 18 April 1956 sebagai hari lahir RSGM.
Terpisah, perwakilan Biara Ordo Santa Fransiskus, Suster Krista mengaku bersyukur penetapan hari lahir RSGM ini. Dalam hal ini, dirinya juga menghargai upaya yang telah dilakukan oleh manajemen RSGM.
“Terpenting membawa kebaikan,” imbuhnya. (int/adf)










