Disperakim Jateng Proyeksikan 16 Ribu Rumah Subsidi Tahun Ini

Kepala Disperakim Provinsi Jateng Arief Djatmik. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

Rumah subsidi ini akan dibangun melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPS), dengan bunga 5 persen dan harga maksimal Rp166 juta.

“Rumahnya ini subsidi dengan bunga lima persen. Angka maksimal harga rumahnya di angka Rp166 juta,” beber Arief.

Pemprov Jateng juga akan memberikan insentif kepada pengembang, salah satunya melalui kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di 32 kabupaten/kota.

Dengan demikian, Disperakim Jateng berharap dapat mendukung target nasional pembangunan 3 juta rumah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Tengah.

Disperakim Jateng juga berharap bahwa program pembangunan rumah subsidi ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Tengah dan mendukung target nasional pembangunan 3 juta rumah.

“Dan ini kami memfasilitasi semua untuk itu walaupun belum luas, tetapi kita terus sosialisasikan dan kita juga ingin sampai dengan UMKM-UMKM itu bisa memproduksi material bangunan yang green dari pabrik,” tandas Arief. (luk/adf)