SEMARANG, Joglo Jateng – Pengurus Besar Korps PMII Puteri (KOPRI PB) sukses menyelenggarakan Sekolah Kader KOPRI Nasional (SKKN) IV Tahun 2026 di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Semarang. Kaderisasi nasional tersebut berlangsung selama lima hari, tepatnya pada Jumat hingga Selasa (26-30/6/2026).
Forum itu menjadi ruang penguatan kapasitas kader perempuan agar mampu mengambil peran strategis di tengah tantangan global.
Mengusung tema Globalizing KOPRI: Women as Catalysts for Sustainable Food Security and Global Transformation, SKKN IV diikuti 35 kader terbaik dari berbagai daerah di Indonesia yang sebelumnya lolos proses seleksi administrasi dan penyaringan dari total 40 pendaftar.
Selama pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi strategis, mulai dari penguatan ideologi, kepemimpinan, kebijakan publik, isu gender, pembangunan berkelanjutan, ketahanan pangan, hingga transformasi digital. Seluruh rangkaian dirancang untuk memperkuat kompetensi kader agar mampu menjadi pemimpin perempuan yang adaptif sekaligus berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Bendahara Umum KOPRI PB, Zumrotun Nafisah, mengatakan SKKN bukan sekadar agenda kaderisasi rutin, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan perempuan-perempuan yang mampu berkontribusi di berbagai sektor.
“SKKN IV 2026 berhasil menjadi ruang penguatan kapasitas kader perempuan. Kami berharap seluruh peserta tidak berhenti pada proses belajar selama kaderisasi, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu, nilai, dan semangat gerakan KOPRI di tengah masyarakat serta hadir sebagai pemimpin di berbagai bidang,” ujarnya.
Prosesi pembukaan sebelumnya dihadiri mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, serta Mabinas PB PMII, Mahbub Zakky.
Dalam arahannya, Taj Yasin menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan pangan yang berawal dari keluarga hingga berdampak pada masyarakat dan bangsa.
Sementara itu, Mahbub Zakky mendorong kader KOPRI untuk terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan, tetap berpegang pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta berani mengambil peran dalam berbagai sektor strategis.
Melalui keberhasilan penyelenggaraan SKKN IV 2026, KOPRI PB menegaskan komitmennya memperkuat kaderisasi sebagai upaya mencetak pemimpin perempuan yang mampu menjawab tantangan nasional maupun global. Lulusan SKKN diharapkan menjadi penggerak perubahan yang membawa gagasan, inovasi, dan solusi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat eksistensi KOPRI di tingkat nasional maupun internasional. (oka/gih/rds)










