Ketua JM-PPK, Gunretno mengungkapkan bahwa kegiatan memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi ini digelar rutin setiap bulan April. Menurutnya, ini jadi pengingat untuk menjaga lingkungan.
“Jadi April ini momen hari bersejarah. Kegiatan hari ini ada panggung musik, sebelum musik, tadi ada pembacaan puisi di alam. Di mana dulur-dulur datang ke tempat tambang mengingatkan di saat hari bumi kalau bisa jangan ada ibu yang disakiti,” kata Gunretno.
Gunretno menegaskan bahwa kerusakan Kendeng tak boleh dibiarkan begitu saja. Menurutnya, upaya untuk menjaga ibu bumi harus terus disuarakan.
“Ibu bumi yang melahirkan semua ciptaan termasuk manusia-manusia. Di mana dibesarkan hasil para petani, buliran padi bukan dari bongkahan batu yang ditambang untuk menumpuk keuntungan pribadi tanpa berpikir kerusakan lingkungan ke depan,” pungkasnya. (lut)










