Ia menekankan, pengalaman tampil di depan umum serta berkompetisi secara sehat akan membentuk karakter tangguh dan mental juara dalam diri siswa.
“Di sinilah letak pembelajaran mental, mental berjuang, mental tampil terbaik, dan mental untuk menjadi pemenang,” tandasnya.
Suhardi berharap, melalui peringatan ini, siswa bisa lebih mengenal sosok Kartini secara mendalam.
Disisi lain juga menjadikannya sebagai teladan dalam menuntut ilmu dan mengembangkan diri.
“Kalau Kartini saja di masa penjajahan bisa belajar dan bahkan mendirikan sekolah, seharusnya anak-anak sekarang jauh lebih bisa. Minimal mereka tahu bahwa bangsa ini punya tokoh luar biasa, dan mereka bisa menjadikannya sebagai teladan,” tutupnya. (uma/fat).










