Kudus  

Meski Terpukul Kebijakan Efisiensi, Hotel di Kudus Tetap Bertahan

‎Ketua PHRI Kudus, Muhammad Kirom. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

‎‎Kudus sendiri saat ini memiliki sekitar 25 hotel, namun menurut Kirom jumlah ini masih belum ideal. Apalagi ketika kota ini menjadi tuan rumah event nasional.

‎“”Kalau ada event berskala provinsi atau nasional, Kudus sering kewalahan dalam hal kapasitas kamar. Idealnya, perlu ada tambahan hotel baru,” tambahnya.

‎Salah satu langkah yang didorong PHRI adalah meningkatkan jumlah dan kualitas event pariwisata. Baru-baru ini juga, Kudus telah menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Panahan kelompok umur yang digelar Selasa (13/5/25).

‎”Event tersebut diyakini mampu meningkatkan okupansi hotel secara signifikan,” katanya.

‎PHRI Kudus juga aktif menyuarakan aspirasi ke pusat melalui forum Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPRD). Agar kebijakan efisiensi bisa lebih adaptif terhadap kondisi daerah.

‎“”Kami terus mendorong adanya sinergi antara pemerintah dan pelaku wisata agar wisatawan bisa lebih lama tinggal di Kudus,” kata Kirom.

‎Secara keseluruhan, kata dia, meskipun dampak kebijakan efisiensi dirasakan, Kudus mampu bertahan berkat karakteristik pasar lokal yang tidak sepenuhnya bergantung pada sektor MICE. ‎”Kini, yang dibutuhkan adalah penguatan branding dan inovasi agar sektor pariwisata dan perhotelan Kudus terus tumbuh,” pungkasnya. (adm/fat)