Menurutnya, keberadaan pangkalan truk ini sangat bagi para sopir kendaraan besar. Pasalnya, jika tidak adanya pangkalan truk dapat menimbulkan masalah, seperti gangguan lalu lintas hingga risiko kehilangan barang berharga.
“Kita lihat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Pati, kalau malam banyak truk parkir di tempat bebas, itu terlalu berisiko. Nanti disoal masyarakat kalau ganggu jalan. Belum lagi kalau ditinggal sopir pulang nanti ada barang-barang yang hilang, seperti aki, itu pernah terjadi,” tegasnya.
Sarbumusi pun meminta pemerintah memprioritaskan pembangunan pangkalan truk di Pati. Mengingat, kabupaten lain di wilayah eks-Karesidenan Pati memiliki fasilitas serupa.
“Kalau mau membandingkan, Kudus ada pangkalan truk luas, Rembang juga ada, Jepara ada. Pati saja yang nggak punya. Padahal anggota PSP ini ada 300 orang,” pungkasnya. (lut)










