Hewan Kurban di Jateng Dipastikan Bebas Penyakit

Barantin Perketat Pengawasan dan Wajibkan Vaksinasi

CEGAH PENYAKIT: Dokter hewan menyiapkan vitamin untuk disuntikkan ke sapi kurban di tempat penampungan hewan kurban Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA) Solo, Jumat (23/5/2025). (MAULANA SURYA-ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Menjelang Iduladha 1446 H, Badan Karantina Pertanian (Barantin) Jawa Tengah memastikan populasi hewan kurban di wilayah ini bebas dari ancaman penyakit menular seperti lumpy skin disease (LSD), penyakit mulut dan kuku (PMK), maupun antraks. Pengawasan lalu lintas hewan antarprovinsi dan antarpulau terus diperketat guna mencegah penularan penyakit.

Kepala Barantin Jateng, Shokib menegaskan bahwa setiap hewan yang masuk maupun keluar wilayah Jawa Tengah telah melalui proses verifikasi dan pengawasan ketat.

“Karena ini jadi kegiatan utama dari tim karantina, khususnya untuk hewan ternak,” ujar Shokib kepada awak media, Rabu (4/6/25).

Ia menjelaskan, semua hewan kurban yang masuk ke Jawa Tengah wajib menjalani vaksinasi PMK dan LSD. Selain itu, sistem pengawasan terhadap lalu lintas hewan telah dimaksimalkan seiring mendekatnya pelaksanaan Hari Raya Kurban.

“Sudah maksimal persiapannya. Semoga tidak ada penyakit yang tiba-tiba muncul. Sistemnya sudah berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Shokib menambahkan, hingga saat ini tidak ditemukan kasus penularan LSD, PMK, maupun antraks di kalangan hewan kurban. Bahkan, risiko penyebaran penyakit sapi gila (bovine spongiform encephalopathy/BSE) juga tidak terdeteksi di seluruh kabupaten/kota di Jateng.

“Yang kita jamin, LSD, PMK, dan antraks masih aman. Karena dari hulu sudah ada jaminannya,” jelasnya.