Figur  

Setia Abdikan Diri di Dunia PAUD Sejak 1985

Bangun Semangat Kolaboratif Tingkatkan Mutu PAUD

Ketua Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD Kabupaten Kudus periode 2025–2028, Ummu Umaroh.

DUNIA pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kudus memasuki babak baru dengan terpilihnya Ummu Umaroh sebagai Ketua Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD Kabupaten Kudus periode 2025–2028. Sosok yang telah mengabdikan diri di dunia PAUD sejak tahun 1985 ini resmi dilantik.

Ummu Umaroh (58) bukanlah nama baru di lingkungan PKG. Ia telah aktif sebagai pengurus PKG selama empat tahun terakhir dan dikenal sebagai figur yang konsisten, tekun, dan berdedikasi tinggi. Dengan pengalaman panjang di dunia pendidikan anak usia dini, Ummu menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan kinerja PKG melalui pendekatan berbasis data dan peningkatan kualitas layanan lembaga PAUD di Kudus.

“Strategi utama kami adalah memaksimalkan program kerja dari lembaga. Terutama melalui pemanfaatan aplikasi Dapodik. Di situ terdapat data anak, guru, lembaga, bahkan hal-hal yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

Salah satu fokus utama Ummu adalah pembaruan data Dapodik secara berkala setiap tahun. Data tersebut meliputi identitas anak, berat badan, tinggi badan, dan berbagai indikator lainnya yang penting dalam pemantauan tumbuh kembang. Termasuk isu stunting yang masih menjadi perhatian nasional.

“Prioritas saya ingin mengupdate data yang ada di Dapodik setiap tahun agar tidak ada kesalahan data. Semua instrumen yang ada harus disesuaikan,” tegasnya.

KOLABORATIF: Ummu Umaroh tengah swafoto bersama para guru di PKG PAUD, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

Lebih lanjut, Ummu menyoroti pentingnya survei lingkungan belajar atau yang dikenal dengan istilah Suling Jar. Survei ini dilakukan melalui Pokja 3 bidang IT. Hal ini menjadi alat ukur untuk mengevaluasi dan merancang rekomendasi kebijakan berdasarkan kondisi aktual lembaga PAUD.

“Suling Jar ini prioritas. Pokoknya kami informasikan sejak awal, dan jika ada kendala kita akan dampingi. Setelah mengisi instrumen, akan keluar nilai. Dari nilai itu kita bisa tahu rekomendasi apa yang perlu diperbaiki oleh lembaga. Kalau misalnya nilai rendah di perpustakaan, berarti anggaran tahun ini kita fokuskan ke sana,” paparnya.

Selain itu, Ummu menekankan pentingnya intensitas kegiatan untuk guru dan anak. Ia menyebut, berbagai kegiatan seperti rapat koordinasi, pertemuan pengurus, dan pelatihan rutin telah dan akan terus digalakkan.

“Kami sudah berjalan dengan baik, mulai dari rapat koordinasi, pertemuan pengurus, dan pelatihan guru. Moto kami adalah Bersama Saling Berbagi, Pasti Bisa,” ujarnya.

Sebagai seorang pendidik yang telah mengajar PAUD selama hampir empat dekade, Ummu Umaroh membawa semangat kolaboratif dan pengabdian yang tinggi. Ia berharap, kepemimpinannya bisa membawa perubahan nyata dan positif bagi dunia pendidikan anak usia dini di Kudus.

“Ini bukan soal jabatan, tapi tentang amanah. Saya ingin menjadikan PKG Kudus sebagai pusat kegiatan yang betul-betul berdampak. Dengan data yang akurat, kebijakan yang tepat sasaran, dan semangat berbagi yang terus hidup,” pungkasnya. (uma/iza)