Figur  

Pilih Tetap Mengajar Meski Jadi Kepala Sekolah, Ini Perjalanan Inspiratif Mokh Khadiq Pimpin KKMI Jekulo Kudus

TOP LEADER: Mokh Khadiq, Ketua KKMI Jekulo sekaligus Kepala MI NU Mafatihul Ulum. (UMI ZAKIATUN N/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Bagi Mokh Khadiq, mengabdi di dunia pendidikan bukan sekadar profesi, melainkan jalan hidup.

Sosok yang kini menjabat sebagai Kepala MI NU Mafatihul Ulum sekaligus Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, itu telah mendedikasikan lebih dari dua dekade hidupnya untuk memajukan madrasah.

Kariernya dimulai pada 2005 ketika resmi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Penugasan pertamanya berada di MI Miftahul Ulum 1.

Hanya setahun mengajar, ia mendapat kepercayaan memimpin MI NU Mafatihul Ulum sebagai kepala madrasah hingga sekarang.

“Karier saya dimulai tahun 2005. Alhamdulillah sampai sekarang masih diberi amanah mengabdi di madrasah,” tuturnya.

Semangat belajar menjadi salah satu prinsip yang dipegangnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Agama Islam Pati (STAIP), ia melanjutkan S2 di Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Di tengah kesibukan mengelola madrasah dan membesarkan keluarga, ia tetap menuntaskan pendidikan magister.

“Guru itu harus terus mencari ilmu, dari lahir sampai akhir hayat. Tidak ada ruginya belajar, karena pikiran kita akan terus berkembang,” ujarnya.

Pada 2008, ia memperoleh sertifikasi guru. Kini ia telah mencapai golongan IV/a, sebuah capaian yang menurutnya merupakan hasil dari proses panjang yang patut disyukuri.

Meski memiliki tanggung jawab sebagai kepala madrasah, Mokh Khadiq memilih tetap mengajar.

Ia mengampu mata pelajaran olahraga untuk siswa kelas VI karena ingin tetap dekat dengan peserta didik.

“Saya minta tetap diberi jam mengajar. Dengan begitu saya lebih dekat dengan anak-anak dan lebih mengenal karakter mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, menjadi kepala sekolah memang memiliki tanggung jawab yang besar.

Namun, kedekatan dengan siswa adalah bagian yang tidak ingin ia tinggalkan.

Selain memimpin madrasah, sejak 2007 Mokh Khadiq dipercaya menjadi Ketua KKMI Kecamatan Jekulo.

Meski masa jabatan organisasi memiliki periode tertentu, hingga kini ia masih diminta melanjutkan kepemimpinan karena belum ada sosok yang bersedia menggantikannya.

“Sebenarnya saya ingin estafet kepemimpinan berjalan. Kalau ada yang siap menggantikan, saya sangat senang. Organisasi ini harus terus berjalan,” katamu.

Sebagai Ketua KKMI, ia mengoordinasikan berbagai program bersama seluruh Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Jekulo.

Mulai dari penyusunan soal ujian, pengelolaan Lembar Kerja Siswa (LKS), administrasi madrasah, hingga berbagai kegiatan bersama.

Kegiatan tersebut meliputi Jambore Ranting, peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama, dan forum koordinasi rutin setiap bulan.