SEMARANG, Joglo Jateng – Berdasarkan data melalui berbagai kanal layanan dan Lapor Semar Solusi AWP sejak pertengahan Februari hingga pertengahan Juni 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menerima sebanyak 3.063 aduan warga terkait sektor infrastruktur.
Dari total tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) menjadi dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan jumlah pengaduan tertinggi.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mencatat, DPU menerima 737 aduan. Sementara Disperkim menerima 573 aduan dengan status aduan yang sebagian besar telah selesai ditangani.
Aduan terbanyak meliputi jalan rusak, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) mati, saluran pampat, banjir, hingga permintaan perbaikan trotoar.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pengaduan pelayanan publik salah satunya melalui Lapor Semar Solusi AWP. Namun, saya mendapat banyak laporan bahwa beberapa aduan tidak ditindaklanjuti secara cepat atau tidak diselesaikan dengan tuntas,” ucapnya melalui keterangan tertulis yang diterima Joglo Jateng, Selasa (17/6/25).










