Kendal  

Serahkan Persik Kendal ke Pemkab, Agung Buwono: Ini Bukan Karena Finansial

Agung Buwono (tengah) didampingi Kepala Disporapar Kendal Irham Chalid (kiri) dan Rusmono Rudi Nuryawan (kanan) usai memberikan keterangan pers usai mengembalikan Persik Kendal ke Pemkab Kendal.(Agus/Joglo Jateng)

 

KENDAL, Joglo Jateng – Persik Kendal selama kurang lebih delapan tahun dikelola oleh pihak swasta di luar Kendal. Klub kebanggaan masyarakat Bumi Bahurekso ini pun akhirnya resmi diserahkan kembali oleh pihak swasta ke Pemerintah Kabupaten Kendal.

Penyerahan tim berjuluk Laskar Bahurekso dilakukan oleh Manager Persik Kendal Agung Buwono ke Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari.

Dalam keterangannya kepada sejumlah awak media, Agung menepis isu bahwa penyerahan klub ini dilakukan karena persoalan keuangan.

Ia menegaskan, keputusan ini murni atas dorongan kuat dari masyarakat dan pecinta sepak bola Kendal yang merindukan kejayaan Persik dalam balutan semangat lokal.

“Persik kembali kita serahkan ke Kendal, sesuai dengan aspirasi masyarakat Kendal yang ingin klub ini kembali ke rumahnya,” tegas Agung Buwono usai menyerahkan surat resmi pengembalian kepemilikan klub kepada Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari di Ruang Paringgitan Pemkab Kendal, Kamis (19/6/2025).

Ia membeberkan, selama delapan tahun mengelola tim kebanggaan warga Kendal ini, perjalanan Persik Kendal tak semulus harapan karena minim akan prestasi. Dari semula berada di Liga 2, klub ini perlahan merosot ke Liga 3, bahkan turun lagi ke Liga 4.

“Mengelola klub sepak bola bukan hanya soal pemain bagus, stadion megah, atau latihan rutin. Dibutuhkan chemistry kuat di semua lini. Dan di situlah tantangan terberat kami,” ungkapnya.

Agung berharap, dengan dikembalikannya ke Pemkab, Persik Kendal bisa bangkit dari keterpurukan dan kembali mencetak prestasi di kancah sepak bola nasional.

Di sisi lain, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengaku sangat bersyukur Persik Kendal kembali ke rumahnya.

“Alhamdulillah, sekarang Persik sudah kembali,” kata bupati yang biasa disapa Mbak Tika.

Bupati menegaskan, setelah Persik kembali, ke depan pengelolaan dan pemain-pemainnya semua akan diisi oleh warga lokal.