Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi berlangsung. Salah satu peserta seminar mengaku mendapatkan sudut pandang baru.
“Seminar ini memberikan pandangan baru bagi kami untuk menggunakan TikTok. Sebelumnya membuat konten di TikTok hanya untuk hiburan saja, tetapi ternyata dapat sangat membantu untuk mengembangkan bisnis,” ungkapnya.
Dengan adanya seminar ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Wringinjajar semakin sadar bahwa media sosial tidak hanya sebatas hiburan, tetapi juga bisa menjadi alat strategis dalam pengembangan ekonomi desa berbasis digital. (*/dzk).










