Yan berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan membuka ruang lebih luas bagi masyarakat yang memiliki kelebihan, baik materi maupun sumber daya lainnya, untuk turut serta membangun masa depan anak-anak yatim.
“Harapan saya sederhana, semoga 22 anak yang saya bina ini kelak menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi daerah dan bangsa,” harapnya.
Kelas ini juga diisi dengan kegiatan mendongeng dari komunitas Read Aloud yang memberikan hiburan edukatif bagi anak-anak, serta dukungan penuh dari Youth Space Kutoarjo sebagai penyedia tempat, konsumsi dan logistik.
Memet Riyadi, selaku owner Youth Space Kutoarjo, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini.
“Youth Space memang kami hadirkan sebagai ruang inklusif untuk tumbuh dan berbagi. Kami sangat senang bisa menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Anak-anak yatim adalah bagian dari masa depan bangsa, dan mereka layak mendapatkan ruang untuk tumbuh dengan penuh semangat dan cinta,” ungkap Memet.
Kegiatan ini membuktikan bahwa kepedulian dan kolaborasi bisa menjadi kekuatan dalam membangun generasi yang lebih tangguh dan penuh harapan, meski mereka tumbuh dengan keterbatasan. (mrn/rds)










