REMBANG, Joglo Jateng – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 2 Rembang tahun ajaran 2025/2026 membludak. Dari total pendaftar, sebanyak 68 murid dinyatakan tidak bisa diterima karena melebihi kuota yang telah ditetapkan.
SMP Negeri 2 Rembang hanya menyediakan daya tampung sebanyak 288 siswa, yang terbagi dalam 9 rombongan belajar (rombel). Peminat yang jauh melebihi kapasitas membuat puluhan murid harus mencari alternatif sekolah lain.
“Alhamdulillah penuh. Baru hari pertama sudah membludak. Hari kedua pagi, kami langsung keluarkan rekap pendaftar berdasarkan BNBA (Berita Acara Nominasi Awal), sehingga yang merasa sudah tersingkir langsung mencabut berkas untuk beralih ke SMP 3 dan 5,” ujar Kepala SMP Negeri 2 Rembang, Wiyono.
Menurutnya, proses seleksi di SMP Negeri 2 Rembang tidak menggunakan lampiran nilai rapor seperti pada jenjang SMA. Penilaian sepenuhnya didasarkan pada jarak domisili calon siswa ke sekolah, sesuai ketentuan zonasi.
Dari kuota 288 siswa, 144 kursi disediakan untuk jalur domisili, sedangkan jalur afirmasi mendapat jatah 58 kursi. Namun, hingga saat pendaftaran hari pertama berakhir, jalur afirmasi baru terisi 14 siswa.
“Kekurangan kuota dari jalur afirmasi akhirnya dipenuhi dari jalur domisili,” jelasnya.
Orang tua calon siswa pun disebut sigap menghitung peluang sejak awal. Ia memastikan, seluruh tahapan SPMB, mulai dari pendaftaran, pengumuman, dan daftar ulang, akan dijalankan secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Para orang tua langsung mengkalkulasi sendiri kemungkinan lolos atau tidak berdasarkan jarak,” tambahnya. (uma/fat)










