Senin Serentak! Siswa Baru di Jawa Tengah akan Disambut Cek Kesehatan Gratis

Kepala Dinkes Jateng, Yunita Dyah Suminar. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, seluruh calon peserta didik baru di Jawa Tengah akan mendapatkan layanan cek kesehatan gratis pada hari pertama masuk sekolah, Senin (14/7/2025) mendatang. Program ini berlaku di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK. Termasuk bagi calon murid di Sekolah Rakyat (SR) yang tersebar di sembilan kabupaten.

Kepala Dinkes Jateng, Yunita Dyah Suminar menyebutkan bahwa pelaksanaan cek kesehatan gratis bagi murid baru di Sekolah Rakyat akan dilakukan di sembilan daerah terlebih dahulu. Di antaranya adalah Temanggung, Magelang, Banyumas, Pati, Solo, Blora, Banjarnegara, Wonosobo. Kemudian, dua lokasi tambahan di Magelang yang mengelola Sekolah Rakyat di bawah naungan sentra atau SKB masing-masing daerah.

“SR (Sekolah Rakyat) di sembilan kabupaten dulu,” ujar Yunita saat dikonfirmasi, Kamis (10/7/25).

Ia menambahkan bahwa program ini menjadi bagian dari gerakan nasional untuk memastikan kesehatan anak-anak usia sekolah sejak dini. Selama pemeriksaan, para siswa akan ditangani langsung oleh tim medis yang terdiri dari dokter, bidan, dan perawat. Mereka akan datang langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap para siswa baru.

Beberapa aspek yang akan diperiksa meliputi kesehatan gigi, penglihatan, pendengaran, tekanan darah, serta status gizi anak. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan gula darah, kolesterol hingga deteksi awal gangguan kejiwaan.

“Yang diperiksa ada gigi, apakah ada yang bolong atau tidak, telinga apakah ada kotoran, matanya juga, itu diperiksa semuanya. Terus ada cek gula, kolesterol, kejiwaan. Nanti diperiksa oleh dokter, bidan, perawat, yang akan datang ke sekolah,” jelas Yunita.

Ia menegaskan, tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengidentifikasi potensi masalah kesehatan sejak awal dan memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua agar lebih peduli pada kondisi tubuh. Hal ini dinilai penting agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal karena ditunjang kondisi kesehatan siswa yang baik.

Yunita juga berpesan kepada para siswa baru agar tidak takut saat dilakukan pemeriksaan. Ia menyebutkan bahwa semua prosedur dilakukan dengan ramah dan profesional, serta bertujuan untuk menjaga kesehatan siswa.

“Jangan lupa pada saat masuk sekolah kalau ada petugas datang nanti akan memeriksa adik-adik semua. Untuk adik-adik kelas 1 SD sampai SMA kelas 3 akan dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis. Kalau ingin sehat, harus tahu apakah menderita penyakit atau tidak,” katanya. (luk/adf)