Mentan Ungkap 212 Merek Diduga Jual Beras Oplosan, Ini Kata Disperindag Jateng

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jateng, Sucahyo. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap 212 merek yang diduga menjual beras oplosan dan tidak sesuai dengan standar. Temuan itu merupakan hasil pemeriksaan bersama Satgas Pangan dan kini telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

Polri telah memeriksa enam produsen dan delapan pemilik merek beras kemasan 5 kg. Total 22 orang saksi diperiksa. Polisi bakal memerika 25 pemilik merek beras kemasan.

Menanggapi hal ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah memastikan belum ditemukan peredaran beras oplosan di pasar tradisional wilayahnya hingga pertengahan Juli 2025. Hal ini diungkapkan, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jateng, Sucahyo.

Ia menjelaskan bahwa pemantauan harga dan kualitas beras terus dilakukan setiap hari oleh petugas lapangan. Pemantauan dilakukan secara rutin melalui pasar-pasar yang sudah ditetapkan sebagai pasar pantauan.

“Sejauh ini dari hasil pemantauan kami di pasar-pasar tradisional belum ditemukan adanya beras oplosan. Tetapi kami tidak menutup kemungkinan ada peredaran di luar pasar tradisional, seperti di supermarket atau jalur distribusi nonformal,” kata dia, Selasa (15/7/25).