Riuh dan Penuh Tawa! Begini Keseruan Festival Bocah Dolanan di Pantai Widuri Pemalang

SERU: Para pelajar SD saat memainkan permainan tradisional lompat tali pada acara Festival Bocah Dolanan di Taman Apresiasi di lingkungan Objek Wisata pantai Widuri. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Permainan tradisional harus terus dilestarikan. Apalagi di era digital ini anak-anak sangat jarang memainkan permainan tradisional bahkan beberapa dari mereka lupa tata cara memainkannya. Hal itu dikemukakan Bunda Forum Anak Pemalang, Maenofie dalam Festival Bocah Dolanan dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) ke 41.

Oleh sebab itu, dalam rangka HAN, pihaknya ingin mengenalkan kembali permainan yang dahulu sangat sering dimainkan oleh dirinya agar tetap lestari dan tidak hilang tergerus oleh moderninasi.

“Sejak dini anak-anak harus kita kenalkan permainan tradisional yang dahulu sangat sering kita mainkan. Sehingga mereka terlupa dengan gagdet. Di sisi lain, permainan ini juga melatih motorik, sensor, hingga kecerdasan karena sebagian besar permainan juga masuk sebagai olahraga,” ungkapnya di Taman Apresiasi di Objek Wisata Pantai Widuri, belum lama ini.

Dalam event tersebut, ada puluhan permainan tradisional yang dimainkan oleh pelajar. Mulai dari jenjang Paud, TK, SD, SMP, hingga SMA ikut memeriahkan. Sementara permainan tradisional yang disajikan di antaranya, lompat tali, egrang dan lain sebagainya.

“Anak-anak hari ini tampak sangat ceria dan antusias mengikuti semua permainan tradisional yang dahulu pernah dimainkan oleh para orang tuanya,” ujarnya.

Maenofie menyebut, pada kegiatan ini para anak berkebutuhan khusus juga ikut memperlihatkan minat dan bakatnya. Salah satunya dengan menari. Dirinya pun berharao kegiatan semacam ini dapat terus dimasifkan setiap tahunnya agar seluruh anak di Kabupaten Pemalang memahami dan mengenal permainan tradisional yang menjadi salah satu warisan budaya bangsa.

“Saya apresiasi kepada seluruh OPD yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini, ke depan kita harapkan bisa diadakan setiap tahunnya agar permainan tradisional bisa terus hidup dimasyarakat,” harapnya. (fan/iza)