PURWOREJO, Joglo Jateng – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, rutin melakulan perawatan armada di Depo Kutoarjo. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya menjaga keandalan dan keselamatan perjalanan kereta api.
Sebagai salah satu titik strategis di Daop 5, Depo Kutoarjo saat ini menangani perawatan 40 armada kereta api. Terdiri dari 5 kereta kelas eksekutif, 9 ekonomi, 16 ekonomi stainless steel, serta kereta makan dan pembangkit.
Manager Humas Daop 5 Purwokerto Krisbiyantoro menjelaskan, perawatan armada dilakukan secara menyeluruh melalui jadwal yang sudah ditetapkan. Baik harian, bulanan maupun tahunan.
“Selain daily check sebelum dan sesudah perjalanan, perawatan juga dilaksanakan secara bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, hingga tahunan (12 bulanan). Semua tahapan ini bertujuan memastikan armada kereta selalu siap beroperasi dengan standar keselamatan dan pelayanan tertinggi,” ungkapnya, Selasa (22/7/25).
Sebagai bentuk dukungan terhadap transportasi berkelanjutan, armada lokomotif dan kereta pembangkit Daop 5 juga sudah menggunakan bahan bakar ramah lingkungan jenis B40, yaitu campuran 40 persen biodiesel dan 60 persen solar. Penggunaan B40 mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca, serta mendorong pertumbuhan industri energi terbarukan di Indonesia.
“Melalui program perawatan rutin, penggunaan energi ramah lingkungan, serta optimalisasi depo strategis seperti Kutoarjo, PT KAI Daop 5 Purwokerto berkomitmen mendukung keselamatan perjalanan kereta api. Sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Selain mendukung kelancaran operasional, perawatan juga bentuk tanggung jawab KAI Daop 5 dalam menjaga aset negara. Agar senantiasa siap mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Tengah bagian barat dan sekitarnya.
Ia mengajak seluruh pengguna jasa untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban selama di kereta api demi mendukung keandalan, kenyamanan dan keberlanjutan perjalanan.
Dengan langkah ini, diharapkan citra kereta api sebagai moda transportasi publik yang aman, nyaman, ramah lingkungan dan selalu mengutamakan keselamatan penumpang dapat terus terjaga, serta semakin diminati masyarakat. (mrn/sam)










