Siti Khuzaymah Resmi Pimpin SMK NU Lasem, Siap Dorong Kewirausahaan dan Keterserapan Alumni

Kepala SMK NU Lasem, Siti Khuzaymah, S.Pd. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Meniti karir menjadi guru sejak 2005, kini Siti Khuzaymah, S.Pd resmi mendapat amanah sebagai Kepala SMK NU Lasem. Dalam perjalanannya, ia pernah menjadi pembimbing PKL.

Kemudian menjadi Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Masyarakat (Hubinmas), hingga kini dipercaya memimpin Lembaga Pendidikan Kejuruan dibawah PC LP Ma’arif NU Lasem.

Khuzaymah menyebut, perjalanan karirnya selama dua dekade sepenuhnya dijalani di SMK NU Lasem. Dari awal karir dirinya memang sudah di SMK NU Lasem hingga kini menjadi pimpinan di lembaga tersebut. Menanggapi pelantikannya, Khuzaymah mengaku bahwa ini adalah amanah dan tanggung jawab yang sangat besar.

“Kalau sebelumnya saya hanya membawahi satu bidang saja, sekarang harus membawahi semuanya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, sebagai kepala sekolah, dirinya harus menciptakan sistem manajerial yang selaras dan seimbang demi mendorong visi, misi dan tujuan sekolah. Yakni menyiapkan lulusan yang siap bekerja, melanjutkan pendidikan atau berwirausaha.

Khuzaymah menaruh perhatian besar terhadap rendahnya keterserapan lulusan ke dunia industri saat ini.

Menurutnya tantangan global serta regulasi yang belum mendukung keterserapan lulusan di dunia kerja membuat siswa perlu dibekali dengan kemampuan berwirausaha sejak dini.

Dari data bahwa persentase lulusan yang bekerja dan berwirausaha jauh lebih besar daripada yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Dan tantangan terbesar adalah bahwa rata-rata lulusan yang bekerja dan berwirausaha belum linier dengan kompetensi yang di dapatkan disekolah meskipun prinsipnya mereka sudah memperoleh penghasilan.

“Karenanya saya akan lebih mengarahkan pada pembekalan kewirausahaan supaya anak-anak nantinya lulus punya bekal untuk bisa lebih survive,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan rencana menjalin kerjasama lebih luas dengan UMKM untuk memberikan pelatihan-pelatihan kewirausahaan sesuai dengan passion masing-masing siswa.

“Seperti juga halnya kegiatan ekstrakurikuler membatik yang mengarah kepada pembekalan kewirausahaan,” jelasnya.

Dengan pengalamannya di bidang hubungan industri, ia siap membawa SMK NU Lasem menjadi pencetak generasi yang siap bekerja dan berwirausaha.

“Bismillah Insya Alloh, dengan dukungan teman-teman, saya akan berusaha semaksimal mungkin membawa SMK NU Lasem lebih baik, lebih maju dan mampu menghasilkan lulusan yang mandiri,” tandasnya.(uma/fat).