Plt Kepala DLH Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini menjelaskan, Krenova merupakan agenda rutin untuk mengajak masyarakat berinovasi. Khususnya dalam pengelolaan lingkungan. Tema lomba tahun ini adalah Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Barang yang Mempunyai Nilai Ekonomis.
”Tema ini kami pilih sebagai bentuk komitmen Pemkab Demak dalam mengurangi sampah plastik dan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Daur ulang tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha,” ujarnya.
Endah menambahkan, lomba ini bukan sekadar ajang adu kreativitas. Tetapi juga sarana memunculkan ide-ide segar yang diwujudkan menjadi produk bernilai jual.
”Karya yang dihasilkan peserta sangat beragam, mulai dari dekorasi rumah, peralatan sehari-hari, hingga inovasi produk kreatif yang punya potensi pasar. Ini membuktikan bahwa limbah plastik bisa diolah menjadi barang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” jelasnya.
Menurutnya, Krenova diharapkan menjadi wadah yang mempertemukan kreativitas, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan inovasi yang tepat, limbah plastik dapat diubah menjadi sumber penghasilan yang mendukung ekonomi kreatif berbasis daur ulang.
Prestasi Wayang Kresek karya Setyoaji Kerajinan menjadi contoh nyata bagaimana seni dan kepedulian lingkungan dapat berpadu. Karya ini tidak hanya mempertahankan warisan budaya wayang, tetapi juga memberikan solusi terhadap masalah sampah plastik.
”Semoga ke depan semakin banyak warga yang terinspirasi untuk membuat karya serupa. Pengelolaan sampah yang kreatif bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan dan perekonomian,” pungkasnya. (adm/fat)










