Kudus  

Mulai 2026, 40 Penyuluh Pertanian Kudus Resmi Jadi ASN Pusat di Bawah Kementan

DAMPINGI: Penyuluh sedang mendampingi petani dalam produksi padi di Kudus beberapa waktu lalu. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

.

Kasubag Umpeg Dinas Pertanian Kudus, Mungki Catur Wanodyayo menyebut, penempatan para penyuluh akan dilakukan secara melekat ke wilayah binaan (wilbin) yang sudah ditentukan. Wilayah binaan itu akan seperti penempatan mutlak.

“Tahun depan, meski mereka berada di bawah Kementan, penilaiannya tetap dilakukan oleh kepala dinas karena yang paling tahu kinerja mereka ya kami di daerah,” jelasnya.

Salah satu tujuan utama dari pengalihan ini adalah memperkuat peran penyuluh dalam mempercepat capaian target Luas Tambah Tanam (LTT). Terutama di musim tanam (MT).

“Dengan beralih ke pusat, harapannya bisa meningkatkan kinerja penyuluh. Apalagi target kita tetap harus tercapai, meskipun lahan di Kudus terbatas. Penyuluh bisa mendorong kelompok tani untuk menambah indeks pertanaman,” ujarnya.

Penyuluh juga diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan petani di wilayah binaannya. Termasuk mengusulkan bantuan seperti rehab irigasi, alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk bersubsidi, maupun bantuan pompa air bagi lahan yang tergenang.

“Penyuluh harus bisa melihat potensi wilayahnya. Mana yang bisa ditanam dua kali, mana yang bisa didorong ke tiga kali tanam. Bantuan dari Kementan seperti alsintan atau pompa air bisa jadi solusi untuk percepatan swasembada pangan,” tuturnya. (uma/fat)