PURWOREJO, Joglo Jateng – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) atau PDAM Tirta Perwitasari ditarget memberikan PAD bagi Pemkab Purworejo Rp 3,4 miliar pada 2026. Jumlah tersebut naik Rp 300 juta dari target 2025 sebesar Rp 3,1 miliar.
Direktur PDAM Tirta Perwitasari, Hermawan Wahyu Utomo menjelaskan, pihaknya optimis bisa memenuhi target PAD yang ditetaplan. Target deviden 2025 ini pun hampir terpenuhi.
“Alhamdulillah, tahun ini bisa mencapai target PAD yang ditetapkan sebanyak Rp 3,1 miliar. Kami sudah menyerahkan deviden ke Pemkab Purworejo Rp 1,35 miliar, jadi sangat optimis tercapai targetnya,” tuturnya, Jumat (19/9).
Untuk memenuhi target di 2026, Hermawan akan mengoptimalkan program yang sudah ada. Pihaknya pun siap, jika kembali memperoleh program percepatan pendagaan air bersih dari Presiden RI.
“Idle kapasitas dari Jembangan saat ini masib 20 liter/detik. Jika 1 liter bisa melayani 150 pelanggan, maka masih bisa melayani 3.000 calon pelanggan baru PDAM. Dari Balengasal idle kapasitas juga masih sama, 20 lt per detik. Jadi, untuk Purworejo bagian barat hingga selatan, masih bisa mengoptimalkan 6.000 calon pelanggan,” katanya.
Untuk wikayah perkotaan, PDAM Tirta Perwitasari masih mengoptimalkan Promo Paket Merdeka yang akan berakhir pada 28 Oktober mendatang. “Dari target 800 pemasang baru, hingga Jumat (19/9), baru 237 yang mendaftar, 235 sudah terpasang. Kondisi ekonomi saat ini memang sedang tidak begitu baik, tapi kami tetap optimis,” ucapnya.
Jika tahun depan tidak mendapat program dari Presiden, PDAM Tirta Perwitasari akan menggunakan biaya sendiri untuk melayani para calon pelanggan. Ada empat desa yakni Desa Roworejo, Ngaglok dan Harjobinangun, di Kecamatan Grabag, serta Desa Bojong, Kecamatan Ngombol, yang akan menjadi target pelayanan PDAM.
“Keempat desa itu sudah kami survei, kami juga akan minta waktu untuk melakukan sosialisasi. Daerah selatan sangat penting karena di sana nantinya akan menjadi daerah industri, akan ada pabrik. Jadi target kami untuk menyambut kawasan industri pasti memerlukan akses air bersih,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, dengan adanya layanan air bersih, akan memudahkan investasi. Karena air bersih adalah salah satu layanan dasar yang harus dipenuhi pemerintah. (mrn/sam)










