Usai 2.700 Anak Keracunan, Gubernur Luthfi Perketat Pengawasan MBG

Minta Seluruh SPPG Kantongi Sertifikat SLHS

TEGAS: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berbicara dalam rapat konsolidasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di GOR Jatidiri, Senin (6/10/25). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengambil langkah cepat memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai insiden dugaan keracunan massal yang menimpa sekitar 2.700 anak penerima program tersebut.

Dalam rapat konsolidasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di GOR Jatidiri, kemarin, ia mengumpulkan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, serta para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah dan DIY. Ia menegaskan agar kejadian serupa tak terulang.

“Setelah hari ini, tak boleh ada lagi anak-anak kita yang merupakan sasaran MBG mengalami hal serupa,” tegas Luthfi di hadapan para kepala daerah dan pengelola program.

Luthfi mengungkapkan, program MBG di Jateng baru berjalan 36 persen dari target sembilan juta penerima, atau sekitar 3,5 juta anak. Namun, sejumlah kasus keracunan yang muncul disebutnya akibat kelalaian di lapangan.

“Ini bukan tanggung jawab BGN saja, tapi tanggung jawab semua wilayah, termasuk bupati dan wali kota yang hadir hari ini,” ujarnya.

Saat ini terdapat 1.596 SPPG di Jateng, terdiri atas 1.555 mitra masyarakat, 23 dari TNI, 13 dari Polri, dan 5 milik pondok pesantren. Dari jumlah tersebut, baru 84 SPPG yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).