KUDUS, Joglo Jateng – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menggelar wisuda ke-30 yang berlangsung di Crystal Building, Kamis (9/10/2025). Sebanyak 603 mahasiswa dari berbagai program studi resmi dikukuhkan dalam upacara yang juga bertepatan dengan peringatan Milad ke-27 UMKU.
Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto mengungkapkan rasa syukur atas peningkatan jumlah wisudawan dibanding periode sebelumnya. Momentum ini, menurutnya, menjadi simbol kemajuan sekaligus semangat baru bagi universitas untuk terus berbenah dan berkembang.
“Jumlah wisudawan tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Ini menjadi kado istimewa karena bertepatan dengan usia ke-27 UMKU,” ujarnya.

Dengan mengangkat tema Go Better, pihaknya juga berkomitmen memperkuat mutu pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia. Serta menyiapkan langkah strategis berupa pembukaan dua program studi baru jenjang S2, yakni Hukum dan Kesehatan Masyarakat hingga rencana program spesialis di bidang kesehatan.
“Langkah ini bagian dari percepatan peningkatan akreditasi dan diversifikasi program studi. Kami ingin UMKU semakin kompetitif di kancah nasional,” jelasnya.
Kemudian dirinya berpesan agar lulusan UMKU memiliki karakter kuat dan berdaya saing tinggi di dunia kerja. Ia mengibaratkan lulusan ideal sebagai berlian langka, berharga, dan bersinar karena keunggulannya.
“Lulusan UMKU harus jadi berlian. Tidak sekadar pintar, tapi punya karakter, keunggulan, dan integritas. Kalau unggul, bukan Anda yang mencari pekerjaan, tapi pekerjaan yang mencari Anda,” tegasnya.

Sebagai bagian dari penguatan daya saing global, UMKU juga terus memperluas program magang internasional. Saat ini, empat mahasiswa sedang menjalani pelatihan untuk diberangkatkan ke Jepang. Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara UMKU dan mitra industri di luar negeri.
“Setelah lulus uji user, mereka akan langsung berangkat. Selama minimal enam bulan, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman bekerja dan belajar budaya kerja Jepang,” tuturnya.
Tak hanya Jepang, UMKU juga sedang menjajaki peluang kolaborasi dengan lembaga pendidikan di Jerman. Namun, tantangan penguasaan bahasa masih menjadi fokus pembinaan mahasiswa.
“Kami ingin lulusan UMKU mampu bersaing di dunia global, tetapi tetap berpegang pada nilai-nilai Islam dan integritas,” pungkasnya. (adm/iza)










