Program ini berbeda dengan Dana Alokasi Khusus (DAK). Karena berasal langsung dari program prioritas Kementerian Pendidikan, bukan dari pemerintah daerah.
“Ini program pusat langsung dari Kementerian dan merupakan program prioritas dari Pak Presiden untuk pemenuhan prasarana pendidikan,” jelasnya.
Pengusulan program ini dilakukan pada Juli 2025. Anggaran langsung ditransfer ke rekening P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan) sekolah. “Sistemnya swaklola, jadi dana langsung masuk ke rekening panitia pembangunan,” katanya.
Proyek pembangunan sendiri telah dimulai sejak dua pekan lalu, dan ditargetkan rampung pada akhir November 2025. Selain toilet baru, rehabilitasi juga dilakukan pada ruang kesenian yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan. Seluruh bangunan yang direvitalisasi merupakan bangunan satu lantai.
SMP 1 Bae sendiri memiliki 768 siswa yang terbagi dalam 24 kelas. Ia berharap ke depan pemerintah bisa terus memperhatikan sekolah-sekolah yang memiliki kekurangan infrastruktur, terlebih bagi siswa difabel yang membutuhkan fasilitas khusus.
“Fasilitas pemerintah ini harus bisa mendukung semua siswa, termasuk yang berkebutuhan khusus,” pungkasnya. (uma/fat)










