Hingga hari ketiga, Jateng mendominasi di cabang taekwondo dengan torehan 4 emas, 6 perak, dan 9 perunggu, disusul judo yang meraih 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Sementara cabang gulat, pencak silat, dan wushu masih berpeluang menambah pundi-pundi medali.
“Taekwondo, wushu, dan pencak silat menjadi unggulan kami. Pembinaannya berjalan baik dan berkelanjutan, sehingga kami optimistis bisa menambah medali di hari-hari berikutnya,” tegasnya.
Terkait target, Soejatmiko menyebut KONI Jateng tidak membebankan target mutlak kepada setiap cabang olahraga. Namun, pihaknya menargetkan posisi lima besar dalam klasemen akhir.
“Target realistis kami adalah lima besar nasional. Kalau bisa empat besar, tentu lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana PON Bela Diri 2025, Ryan Gozali mengungkapkan bahwa penyelenggaraan event berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Seluruh pertandingan berlangsung tertib dan mendapat apresiasi dari berbagai federasi. Beberapa bahkan ingin menggelar kejuaraan nasional di Kudus karena puas dengan fasilitas dan manajemennya,” tutur Ryan.
Dengan dukungan kuat dari tuan rumah dan antusiasme peserta, lanjut dia, PON Bela Diri Kudus 2025 menjadi momentum penting kebangkitan olahraga bela diri di Indonesia. (adm).










