KUDUS, Joglo Jateng – Kegiatan keagamaan di SMP Muhammadiyah 1 Kudus mendapat kunjungan langsung dari Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Orang nomor satu di Kudus itu datang secara mendadak ke sekolah tersebut pada Senin pagi.
Kedatangan Bupati disambut dengan penuh antusias oleh para guru dan siswa yang tengah melaksanakan shalat duha berjamaah. Dilanjutkan dengan sholawatan, doa bersama, dan pembacaan Asmaul Husna. Sam’ani terkesan dengan suasana religius yang sudah menjadi budaya di lingkungan sekolah tersebut.
“Kegiatan ini suatu kebiasaan anak-anak didik kita yang Islami, berkarakter, dan tawaduk kepada Bapak Ibu Guru. Kegiatan seperti ini memberikan edukasi penting tentang adab dan sopan santun, terutama kepada orang tua,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menilai bahwa program seperti Dugi Surga (Duha Seluruh Warga Sekolah), Ngabari (Ngaji Bareng Setiap Hari), dan Gemes (Gerakan Mengaji Setiap Hari) merupakan contoh kearifan lokal pendidikan Islam di Kudus. Dirinya berharap orang tua semakin yakin bahwa anak-anaknya dididik dengan baik di sekolah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengingatkan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang berakhlak dan berdisiplin. Menurutnya, keseimbangan antara ilmu dan iman menjadi fondasi penting dalam mencapai kesuksesan di masa depan.

“Anak-anak harus rajin belajar, patuh kepada orang tua dan guru, serta selalu menjaga akhlak dalam pergaulan. Insyaallah, cita-cita yang diinginkan akan lebih mudah tercapai,” pesan Bupati Kudus.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Kudus, Ali Zamroni mengaku bangga dan bersyukur atas kunjungan mendadak Bupati. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta.
“Kami sangat berbahagia dan bersyukur sekali didatangi oleh Pak Bupati. Ini bentuk kepedulian beliau kepada sekolah swasta, sehingga kami tidak merasa menjadi anak tiri,” tuturnya.
Ia menjelaskan, berbagai kegiatan keagamaan yang dilakukan di sekolah merupakan bagian dari program pembiasaan karakter Islami. Ali menegaskan, tujuan utama sekolah bukan hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga menjadikan mereka insan yang saleh dan berakhlak mulia.
“Tagline kami adalah Islami Berprestasi. Ketika anak-anak menjadi saleh dan salihah, insya Allah kepintaran akan mengikuti. Karena di situ ada keberkahan dan doa dari guru serta orang tua,” pungkasnya. (uma/hms/fat)










