Siswa SMK NU Lasem Ciptakan 15 Kostum Batik Karnival Budaya

TAMPIL: Siswa-siswi SMK NU Lasem tampil memukau mengenakan kostum batik karnival budaya pada acara hari santri, beberapa waktu lalu. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Siswa-siswi SMK NU Lasem tampil memukau dalam Batik Karnival Budaya. Acara yang menampilkan 15 kostum batik karnival kreasi siswa ini menjadi bukti kreativitas dan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia.

Kepala SMK NU Lasem, Siti Khuzaymah mengungkapkan, kegiatan ini merupakan hasil karya siswa dalam proyek mata pelajaran Kewirausahaan. Kostum tersebut memadukan seni, budaya, dan wirausaha.

“Batik karnival ini diciptakan oleh anak-anak siswa-siswi SMK NU Lasem melalui kreasi seni dalam proyek MAPEL kewirausahaan. Kami sangat bangga bisa memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Lasem. Khususnya melalui batik dan kostum yang merupakan kearifan lokal Lasem,” ujarnya baru-baru ini.

Parade karnival beberapa kegiatan yang dilakukan tersebut menampilkan berbagai tokoh dan simbol budaya dari penjuru Indonesia. Dari Dewi Citrawati, Panglima Zoyun, Hero Zilong, Anoman, Gatotkaca. Semua ditampilkan dengan sentuhan batik khas Lasem yang elegan dan menawan.

Salah satu contoh kostum yang ditampilkan yaitu kostum Gatotkaca.Tokoh pewayangan yang dikenal sebagai Pendekar Kayangan itu tampil gagah dengan balutan batik modern yang tetap mempertahankan nuansa tradisional.

“Gatotkaca melambangkan kesatria yang kuat dan pantang menyerah. Kami berharap semangat itu juga tumbuh dalam diri siswa-siswi kami,” terangnya.

Tak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran kewirausahaan bagi para siswa. Kostum-kostum hasil karya mereka kini dapat disewa oleh masyarakat umum untuk berbagai acara budaya atau karnival.

“Beberapa warga menanyakan apakah kostum batik karnival ini bisa disewa. Ternyata memang bisa, dengan tarif sekitar Rp250 ribu per kostum,” jelasnya.

 

Melalui kegiatan ini, SMK NU Lasem berhasil menghidupkan kembali semangat batik khas Lasem. Sekaligus menanamkan nilai cinta budaya dan semangat kebangsaan kepada generasi muda.

“Batik karnival ini menjadi cara kami menumbuhkan rasa bangga terhadap keberagaman budaya Indonesia,” pungkasnya. (uma/fat)