JEPARA, Joglo Jateng – Anggota Komisi B DPRD Jepara, Muhammad Latifun, menilai penanganan persoalan sampah di Kabupaten Jepara tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah kabupaten.
Menurutnya, kunci utama keberhasilan terletak pada edukasi masyarakat dan keterlibatan aktif pemerintah desa dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
“Semua elemen masyarakat harus diedukasi sejak dini sehingga penanganan sampah menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah juga sudah mengeluarkan surat edaran pembatasan penggunaan tas belanja plastik di minimarket dan supermarket, sebagai pengingat bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri,” ujar Latifun, Kamis (6/11/2025)
Latifun menegaskan, kesadaran masyarakat perlu ditanamkan melalui pendidikan lingkungan sejak dini. Menurutnya, gerakan seperti Jepara Bersih dan Pilah Sampah dari Rumah, harus dijalankan secara konsisten hingga ke akar rumput atau tingkat desa.
Ia menyampaikan, peran desa juga sangat penting dalam sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Latifun mendorong agar setiap desa memiliki Tempat Pengelolaan Sampah Redecu Reuse Recycle (TPS3R) untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Desa Sinanggul bisa jadi contoh baik karena sudah memiliki TPS3R dan mendapat dukungan sarana angkut dari pemerintah. Model seperti ini harus diperluas ke desa lain agar pengelolaan sampah bisa lebih efektif,” ucapnya.
Selain itu, ia menyoroti potensi ekonomi dari sektor persampahan. Ia menyebut pengelolaan sampah industri yang tertata baik dapat berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Retribusi sampah kini mencapai sekitar Rp 1,2 miliar, naik signifikan dibandingkan tahun 2019-2020 yang hanya Rp 300 juta. Ini bukti bahwa pengelolaan sampah tidak hanya soal kebersihan, tapi juga bisa memberikan dampak ekonomi,” jelasnya.
Melalui peran aktif masyarakat, dukungan desa, dan pengawasan DPRD, Latifun optimistis target Jepara Bersih dan capaian Adipura bisa terwujud.
“Kuncinya kolaborasi. Pemerintah menyediakan kebijakan dan fasilitas, masyarakat ikut menjaga dan mengelola. Kalau ini berjalan beriringan, masalah sampah bisa kita atasi bersama,” tandasnya. (oka/gih)










