Dampak Program MBG Mulai Terasa, Harga Telur dan Daging Ayam Naik, Inflasi Jateng Tembus 0,40 Persen

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah turut mendorong meningkatnya permintaan bahan pangan, terutama telur ayam ras dan daging ayam ras. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama penyebab naiknya inflasi di Provinsi Jawa Tengah pada Oktober 2025.

Berdasarkan data Bank Indonesia, inflasi Jateng tercatat sebesar 0,40 persen (month to month/mtm), naik dari bulan sebelumnya yang berada di angka 0,21 persen. Kenaikan terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra mengatakan, peningkatan harga telur dan daging ayam ras terjadi seiring dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program MBG.

“Telur ayam ras dan daging ayam ras menjadi pemicu inflasi karena kenaikan permintaan sejalan dengan pelaksanaan program MBG,” jelas Rahmat, belum lama ini.

Selain dua komoditas tersebut, harga cabai merah juga masih memberikan tekanan inflasi setelah masa puncak panen berakhir. Sementara itu, bawang merah relatif stabil karena sejumlah daerah sentra produksi, seperti Kabupaten Brebes, masih memasuki masa panen.