SMK NU Lasem Sukses Ikuti TKA Gelombang Kedua, Satu Siswa Alami Insiden Menjelang Ujian

Sejumlah siswa kelas XII SMK NU Lasem, Rembang, tengah fokus mengerjakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) gelombang kedua di laboratorium komputer sekolah, baru-baru ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Sebanyak 304 siswa kelas XII SMK NU Lasem mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) gelombang kedua yang digelar serentak oleh Kementerian Pendidikan pada 5-6 November 2025. Pelaksanaan ujian berjalan secara online penuh, terbagi dalam dua sesi, dengan pengawasan silang dari sekolah lain yang ditentukan langsung oleh sistem pusat.

“Kami mengikuti gelombang kedua sesuai juknis dari pusat. Untuk pengawas pun sudah ditentukan oleh sistem, bukan kami yang memilih,” hal ini disampaikan oleh Kishartini, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK NU Lasem, mewakili Kepala Sekolah Siti Khuzaymah baru-baru ini.

Dari total peserta, terdapat dua kasus khusus. Satu siswa mengundurkan diri menjelang pelaksanaan TKA, sedangkan satu siswi tidak dapat mengikuti ujian karena mengalami musibah.

“Satu siswa mengundurkan diri dua minggu sebelum TKA, padahal datanya sudah masuk sistem. Satu siswi lagi malam sebelum ujian hari kedua mengalami musibah ledakan kompor, jadi tidak bisa ikut. Kami sudah koordinasi agar ia ikut jadwal susulan dari kementerian pada 20 November,” terangnya.

Ujian TKA yang digelar secara daring ini melibatkan pengawasan berlapis, bahkan secara live melalui Zoom. Setiap ruang diawasi dua pengawas yang wajib melakukan siaran langsung untuk memastikan kejujuran peserta.

“Setiap ruang harus ada dua pengawas dan dua-duanya wajib Zoom. Kamera harus menghadap ke peserta dan ke pengawas,” tuturnya.

Meski berjalan lancar, ia menilai sistem TKA masih belum adil bagi SMK yang lebih menekankan praktik kejuruan dibandingkan teori akademik. “Sebenarnya TKA ini kurang fair untuk SMK. Kami disamakan dengan SMA, padahal porsi belajar kami lebih banyak praktik. Harusnya ada wadah tersendiri untuk keahlian anak-anak SMK,” ujarnya.