DEMAK, Joglo Jateng – SMP BUQ Demak belum lama ini menggelar pelatihan kepemimpinan untuk para pengurus OSIS baru yang diikuti 17 siswa terpilih dari kelas 7 dan 8. Kegiatan ini sebagai upaya menyiapkan generasi muda yang cakap berorganisasi, disiplin, dan mampu menjadi teladan bagi teman sebaya.
Kepala SMP BUQ Demak, Riki Fadli Putra menjelaskan, pelatihan ini mengusung tema pembentukan pemimpin muda yang terampil, berprestasi, serta berakhlak Qur’ani. Menurutnya, program tersebut dirancang sebagai rangkaian pembinaan menyeluruh bagi para pengurus OSIS agar memahami peran dan tanggung jawab mereka.
Para siswa mengikuti berbagai materi. Mulai dari pelatihan dasar kepemimpinan, pengenalan organisasi, hingga pendidikan karakter. Peserta juga dikenalkan pada kegiatan BPP serta praktik lapangan seperti mendirikan tenda dan simulasi kerja sama tim. Pada malam hari, para anggota OSIS baru menjalani prosesi pelantikan.
Riki menuturkan, dua perwakilan dari pengurus lama turut dilibatkan sebagai bentuk kesinambungan kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga langsung menguji kesiapan peserta dalam situasi nyata.
”Simulasi kami buat sedekat mungkin dengan kondisi sebenarnya. Misalnya, bagaimana membagi seksi acara, bagaimana menyusun lapak kegiatan, hingga bagaimana bekerja sebagai satu tim. Itu penting untuk mereka alami,” ujarnya.

Pelatihan diakhiri dengan apel penutupan sebagai simbol selesainya seluruh rangkaian kegiatan. Riki berharap, pembekalan ini dapat membentuk pengurus OSIS yang kuat secara karakter, mampu bekerja sama, dan bisa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Dari total 17 siswa yang terpilih, 15 di antaranya merupakan pengurus inti yang telah melalui proses seleksi, sementara dua lainnya merupakan perwakilan dari pengurus sebelumnya. Mereka telah menyusun visi dan misi sejak proses pencalonan, yang sebelumnya juga dipresentasikan di setiap kelas sebelum pemilihan.
Riki menambahkan, para peserta dipilih berdasarkan kemampuan akademik, disiplin, serta komitmen berorganisasi. Ia berharap OSIS yang baru mampu menjadi teladan bagi seluruh siswa.
”Jangan sampai pengurus OSIS justru memberi contoh buruk. Mereka harus bisa mengajak teman-temannya untuk lebih aktif, disiplin, dan semangat dalam mengikuti kegiatan sekolah,” pungkasnya. (adm/fat)










