Kudus  

Kudus Minim Industri Garmen Skala Besar, Disnaker Fokus Bina 600 UMKM Konveksi

Hanya Satu Perusahaan Jalani Konveksi

Kepala Bidang Hubungan Industri dan Perselisihan Ketenagakerjaan Disperinkop UKM Kudus, Agus Juanto. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Hanya satu perusahaan garmen yang terpantau melakukan usaha konveksi di Kabupaten Kudus. Sedangkan UMKM bergerak dibidang yang sama, data yang ada di dinas sekitar 600 pengusaha.

Kepala Bidang Hubungan Industri dan Perselisihan Ketenagakerjaan, Disnakerperinkop dan UKM Kudus, Agus Juanto mengungkapkan, pembinaan perusahaan garmen dan UMKM di wilayahnya masih terus dilakukan. Meski terbatas pada ruang kantor.

“Setahun terakhir, untuk perusahaan konveksi hanya PT. Buana Sandang Indonesia di Gondosari,” katanya.

Agus menambahkan, pihaknya belum melakukan peninjauan langsung ke proses produksi usaha garmen pakaian jadi. “Kalau kita tanya usaha garmen pakaian jadi, kami belum pernah melihat produksi. Biasanya pembinaan dilakukan di ruang kantor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan fokus pembinaan yang dilakukan oleh Disnakerperinkop dan UKM Kudus terkait pengupahan dan jaminan sosial. “Sudah pernah monev, tapi di bidang kami pembinaannya terkait pengupahan dan jaminan sosial,” jelasnya.

Diharapkan pembinaan ini dapat meningkatkan kepatuhan perusahaan dan UMKM terhadap aturan ketenagakerjaan. Sekaligus memastikan kesejahteraan pekerja di sektor garmen tetap terjaga. (uma/fat)