KUDUS, Joglo Jateng – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kudus kembali menunjukkan tren positif yang menggembirakan. Pada tahun 2025, IPM Kudus tercatat mencapai angka 77,94, meningkat sebesar 0,73 poin atau tumbuh 0,95 persen dibandingkan tahun 2024.
Capaian ini sekaligus mengukuhkan posisi Kudus sebagai daerah dengan IPM tertinggi di wilayah eks Karesidenan Pati (meliputi Kudus, Pati, Jepara, Rembang, dan Blora).
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, peningkatan IPM ini didorong oleh perbaikan menyeluruh pada komponen pembentuknya, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga standar hidup layak.
Rincian Kenaikan Indikator
Berdasarkan data BPS, berikut adalah rincian peningkatan pada indikator-indikator utama penyusun IPM Kudus periode 2020-2025:
Umur Harapan Hidup (UHH): Mencapai 77,21 tahun (tumbuh rata-rata 0,15 persen per tahun).
Rata-rata Lama Sekolah (RLS): Mencapai 9,51 tahun (tumbuh 1,69 persen per tahun).
Harapan Lama Sekolah (HLS): Mencapai 13,49 tahun (tumbuh 0,39 persen per tahun).
Pengeluaran per Kapita Disesuaikan: Mencapai Rp12.842.000 per tahun (laju peningkatan rata-rata 2,85 persen per tahun).
Bukti Efektivitas Pembangunan
Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Kudus, Kusuma Agung Handaka menyebutkan, pencapaian tahun ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai sektor. Kenaikan IPM menunjukkan bahwa investasi pemerintah dalam pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat berjalan efektif.
“Semua indikator tumbuh, dan ini sangat menggembirakan. Hasil ini menunjukkan kualitas hidup masyarakat yang semakin baik,” ujarnya.
Agung menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan konsistensi Kudus dalam menjaga peningkatan pembangunan manusia. Dibandingkan daerah tetangga di eks Karesidenan Pati, Kudus terus bertahan di posisi teratas.
Optimisme Masa Depan
Agung berharap tren positif ini dapat terus berlanjut, terlebih dengan berbagai program penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sedang digenjot pemerintah daerah. Dukungan terhadap akses pendidikan, layanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi diharapkan mampu menjaga peningkatan IPM di tahun-tahun berikutnya.
“Kami optimistis, selama komitmen pembangunan manusia tetap kuat, Kudus dapat mencapai level IPM yang lebih tinggi lagi dalam beberapa tahun ke depan,” tandasnya. (uma/fat)










