Menurut Yan, FORGA seharusnya diselenggarakan pada 2024. Namun karena bertepatan dengan agenda Pilkada, pelaksanaannya mundur ke tahun 2025.
“Harusnya tahun kemarin, tapi karena 2024 fokus Pilkada, akhirnya baru bisa dilaksanakan tahun ini. Ke depan tetap kembali ke jadwal dua tahunan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang membuka FORGA ke-8 secara simbolis menyampaikan bahwa ajang ini tidak hanya berdampak positif bagi dunia olahraga, tetapi juga berpotensi mendongkrak perekonomian daerah.
“FORGA ini menjadi peluang bagus untuk menggerakkan ekonomi lokal. Saya persilakan seluruh kontingen dari luar daerah untuk menikmati Kudus dan produk UMKM yang ada,” ujarnya.
Sam’ani juga berharap para peserta membawa pulang kesan dan cerita indah selama berada di Kota Kretek.
“Kudus adalah kota terkecil di Jawa Tengah. Semoga Kudus sebagai tuan rumah bisa memberikan kenangan indah selama FORGA berlangsung dan ceritanya bisa dibagikan saat kembali ke daerah masing-masing,” tuturnya.(uma)










