Kudus  

Pasar Colo Kudus Bakal Dirombak? Bupati Sam’ani Usul Jadi Tempat Ngopi atau Penginapan

Kondisi bangunan lama Pasar Colo di kawasan wisata religi Kabupaten Kudus.
‎‎AMATI: Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris bersama dengan anggota Paguyuban Pasar Pemilik Kios dan Warung Desa Colo, belum lama ini. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tengah melakukan kajian ulang terhadap pemanfaatan bangunan Pasar Colo. Pasar yang terletak di kawasan strategis wisata religi Makam Sunan Muria ini dinilai memerlukan evaluasi menyeluruh agar fungsinya lebih optimal dalam mendongkrak ekonomi lokal.

Langkah ini diambil menyusul adanya masukan dan keluhan dari perwakilan pedagang terkait kondisi bangunan lama tersebut. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, merespons positif aspirasi tersebut dan membuka opsi perubahan fungsi bangunan.

Wacana Alih Fungsi: Kafe hingga Penginapan

Bupati Sam’ani menjelaskan bahwa karena Pasar Colo merupakan bangunan lama, evaluasi dari berbagai aspek adalah hal yang wajar. Pihaknya membuka ruang diskusi baik dari internal pemerintah maupun pihak eksternal untuk menentukan format pemanfaatan yang paling tepat.

“Yang penting bangunan itu dimanfaatkan dengan baik dan memberikan dampak positif. Bisa saja nanti dikerjasamakan dengan pihak ketiga, asalkan menguntungkan dan mampu mengakomodasi pertumbuhan ekonomi masyarakat Colo,” jelas Sam’ani.

Beberapa gagasan segar pun mulai dimunculkan, antara lain:

– Pemanfaatan sebagai tempat usaha kreatif.

– Ruang santai atau tempat ngopi (kafe) bagi wisatawan.

– Penginapan sederhana (homestay) untuk mendukung akomodasi wisata religi.

Penataan Kawasan Wisata Religi

Sam’ani menegaskan, kawasan Colo memiliki potensi besar sebagai destinasi utama wisata religi di Kudus. Oleh karena itu, fasilitas pendukung seperti pasar harus relevan dengan kebutuhan wisatawan masa kini tanpa mematikan fungsi ekonomi kerakyatan.

Pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan adanya perubahan fungsi bangunan, selama orientasinya tetap untuk kesejahteraan warga sekitar.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut memberikan masukan agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya. (adm/fat)