JEPARA, Joglo Jateng – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara dipastikan tetap berjalan meskipun memasuki masa libur sekolah. Mekanisme penyaluran bantuan pangan ini disesuaikan agar tetap efektif dan tepat sasaran selama libur akhir tahun.
Sebagai informasi, libur peserta didik berlangsung selama dua pekan, terhitung mulai 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Kegiatan belajar mengajar (KBM) dijadwalkan kembali aktif pada 5 Januari 2026.
Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Kabupaten Jepara, Wildan Mushtofa menjelaskan, pihaknya tetap mendistribusikan layanan MBG kepada siswa penerima manfaat yang bersedia. Namun, skema distribusinya diubah menjadi dua kali dalam satu minggu.
“MBG tetap jalan selama liburan sekolah. Kami menawarkan kepada penerima manfaat, siapa yang mau tetap menerima MBG saat libur, dengan mekanisme satu minggu dua kali ke sekolah,” kata Wildan, Senin (22/12).
Kombinasi Makanan Basah dan Kering
Dalam skema khusus liburan ini, setiap siswa akan menerima total tiga paket MBG dalam satu kali pengambilan. Paket tersebut terdiri dari satu paket makanan siap santap (basah) dan dua paket makanan kering.
“Pada hari Senin, misalnya, siswa menerima tiga paket. Satu paket MBG basah yang menggunakan nasi, lalu dua paket MBG kering berisi roti, susu, telur, dan buah,” terangnya.
Meski menggunakan makanan kering, Wildan menjamin kualitas dan kecukupan gizi tetap menjadi prioritas. Setiap SPPG diberi kewenangan menyesuaikan isi paket agar standar gizi siswa tetap terpenuhi.
“Kami pastikan paket MBG kering ini tetap memenuhi kebutuhan gizi. Itu menjadi tanggung jawab masing-masing SPPG, sehingga meskipun bentuknya kering, nilai gizinya tidak berkurang,” tegasnya.
Diambil Wali Murid
Terkait teknis pengambilan, jam distribusi disesuaikan dengan jam sekolah biasa. Berdasarkan pantauan Joglo Jateng di SD Negeri 1 Tahunan, terlihat para wali murid turut serta mengantarkan atau mewakili anak-anak mereka mengambil jatah makanan tersebut.
“Jam pengambilan tetap seperti biasa. Ada juga siswa yang datang bersama orang tuanya,” pungkas Wildan. (oka/gih)










