Hidupkan Gedung Tua
Senada dengan Fadli, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menilai pameran ini menghadirkan pengalaman imajinatif bagi pengunjung. Melihat visual kartu pos membuat warga bisa membandingkan wajah kota dulu dan kini.
“Dari kartu pos ini kita bisa menduga seperti apa Semarang dulu dan bagaimana perubahannya sekarang. Ini akan menumbuhkan rasa cinta yang lebih kuat terhadap Kota Semarang,” ujar Agustina.
Ia pun menegaskan komitmen Pemkot Semarang untuk terus merawat aset sejarah. Salah satunya rencana perbaikan gedung pertemuan bekas Gedung Sarekat Islam untuk ruang kegiatan budaya.
“Gedung bersejarah harus kita hidupkan kembali supaya bisa digunakan untuk aktivitas budaya warga. Kalau memori-memori lama itu digali kembali, sejarah Kota Semarang akan semakin kaya,” tandasnya.
Sebagai catatan, pameran yang telah berlangsung pada 19-26 Desember 2025 ini merupakan kolaborasi Kementerian Kebudayaan RI, Pemkot Semarang, Perkumpulan Penggemar Filatelis Indonesia, Fadli Zon Library, Jejak Kartu Pos, dan Perumda Air Minum Tirta Moedal. (hms/rds)










