Jepara  

Libur Nataru, Okupansi Hotel di Jepara Tembus 80 Persen

Suasana salah satu hotel di kawasan pesisir Jepara yang ramai dikunjungi wisatawan saat libur tahun baru
SUASANA: Hotel dan resto Ocean View Bandengan, Kecamatan Jepara saat malam hari, belum lama ini. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Tingkat hunian atau okupansi hotel dan restoran di Kabupaten Jepara mengalami peningkatan signifikan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sejumlah hotel, khususnya yang berada di kawasan pesisir, dipadati wisatawan sejak akhir Desember hingga malam pergantian tahun.

Pengurus Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Jepara, Aryo Eko Sanjoyo menyebut, kondisi tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Secara umum, tingkat hunian berada di kisaran 80 persen, bahkan sejumlah hotel mencatatkan kamar terisi penuh.

“Kalau untuk tahun ini meningkat. Secara okupansi rata-rata di angka 80 persen, tapi banyak hotel yang kamarnya terisi 100 persen. Kalau tahun kemarin di bawah sekitar 80 persen,” kata Aryo kepada Joglo Jateng, Jumat (2/1).

Faktor Cuaca dan Larangan Kembang Api

Aryo membandingkan kondisi tahun ini dengan perayaan tahun lalu. Pada momen pergantian tahun sebelumnya, hujan deras mengguyur Jepara hingga menyebabkan sejumlah acara batal dan panggung roboh. Berbeda dengan tahun ini, kondisi cuaca yang cerah membuat aktivitas wisata berjalan lancar.

“Tahun lalu juga ramai, tapi pas malam puncak hujannya deras. Bahkan ada beberapa hotel dan resto yang acaranya batal, ada panggung yang roboh juga. Tahun ini cuacanya cerah, jadi aktivitas di hotel dan restoran berjalan lancar,” jelasnya.

Meski demikian, perayaan tahun baru kali ini dirasa sedikit kurang meriah akibat adanya larangan pesta kembang api dari pemerintah daerah. Padahal, antusiasme tamu cukup tinggi. Namun, Aryo menegaskan hal tersebut tidak terlalu berpengaruh pada tingkat kunjungan.

“Tamu hotel dan restoran sebenarnya sudah berekspektasi ada kembang api. Tapi karena ada larangan, mungkin suasananya tidak semeriah yang dibayangkan. Meski begitu, tingkat hunian tetap bagus,” ucapnya.

Dominasi Wisatawan Luar Daerah

Berdasarkan data PHRI Jepara yang menaungi 40 hingga 45 unit usaha, lonjakan kunjungan mayoritas terjadi di wilayah pesisir dan pusat kota. Wisatawan yang menginap sebagian besar berasal dari luar daerah yang tertarik dengan daya tarik wisata pantai.

“Hotel yang ramai itu rata-rata di sekitar pantai, seperti kawasan Teluk Awur, Bandengan, dan juga Jepara bagian kota,” ungkapnya.

Aryo menambahkan, dalam penyelenggaraan acara malam tahun baru, pengelola hotel dan restoran tetap mematuhi prosedur keamanan. Pihaknya senantiasa berkoordinasi dengan aparat setempat, mulai dari Polsek, Koramil, hingga Polres terkait perizinan.

“Setiap kegiatan tetap koordinasi dengan Forkopimda setempat, terutama terkait perizinan dan pengamanan,” pungkasnya. (oka/gih)