JEPARA, Joglo Jateng – Setelah penantian panjang selama puluhan tahun, perbaikan Jembatan Pendosawalan-Banyuputih di Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, akhirnya rampung. Proyek infrastruktur vital yang menelan anggaran sekitar Rp 4 miliar ini secara resmi beroperasi mulai Rabu (7/1).
Jembatan yang sebelumnya hanya berupa lintasan sempit dan rawan kecelakaan, kini telah diperlebar secara signifikan. Akses yang menghubungkan dua desa ini sekarang jauh lebih mudah dilalui, termasuk oleh kendaraan roda empat.
Peresmian jembatan itu disambut antusias warga yang berkumpul di lokasi. Mereka bersyukur infrastruktur yang sudah lama rusak tersebut akhirnya mendapat perhatian pemerintah.
Hubungkan Dua Kawasan Industri
Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara, Ary Bachtiar menjelaskan bahwa usulan perbaikan jembatan ini sebenarnya sudah diajukan sejak lama. Namun, realisasinya sempat tertunda hingga empat tahun sebelum akhirnya terlaksana pada 2025.
”Lebarnya 6 meter dengan panjang 32 meter. Ini jalan poros yang sangat vital karena menghubungkan dua kawasan industri. Aktivitas di sini cukup padat,” terang Ary Bachtiar saat peresmian.
Pentingnya jalur ini juga diamini oleh Kepala Desa Pendosawalan, Joko. Menurutnya, manfaat jembatan tidak hanya dirasakan warga setempat, tetapi juga ribuan pekerja pabrik dan pelaku UMKM yang melintas setiap hari.
”Sekarang akses Pendosawalan ke Banyuputih lebih lancar. Pekerja pabrik pasti merasakan manfaatnya karena ini jalur utama,” kata Joko.










