KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar apel peringatan Hari Desa Nasional Kudus di Lapangan Tenis Indoor, Senin (12/1). Apel ini menjadi momentum krusial untuk meneguhkan kembali peran desa sebagai fondasi utama pembangunan di tengah tantangan cuaca ekstrem dan keterbatasan anggaran yang membayangi tahun 2026.
Kegiatan berlangsung khidmat namun penuh semangat kebersamaan, diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, kepala desa, perangkat desa, serta perwakilan elemen masyarakat. Dalam suasana siaga bencana yang melanda beberapa titik di Kota Kretek, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan amanat tegas mengenai strategi bertahan dan melayani.
Filosofi Tiga Ikat Hadapi Anggaran Turun
Memasuki tahun 2026, Sam’ani mengungkapkan bahwa pemerintah daerah dan desa menghadapi tantangan penurunan anggaran secara sistemik. Kendati demikian, ia menegaskan keterbatasan tersebut haram dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik.
Sebagai solusi, Bupati menekankan filosofi efisiensi yang disebutnya sebagai “Tiga Ikat” yang harus dipahami seluruh Kades dan perangkatnya. Filosofi tersebut meliputi:
- Ikat Kepala: Berpikir jernih dan cerdas dalam mengambil keputusan.
- Ikat Pinggang: Hidup sederhana dan mengurangi belanja yang tidak perlu (efisiensi).
- Ikat Sepatu: Selalu siap melangkah cepat melayani masyarakat.
”Dalam kondisi keterbatasan ini, kita tidak boleh mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Yang harus kita lakukan adalah mengurangi belanja yang tidak perlu,” tegas Sam’ani.










